Pengertian OTORITER

Posted by akusulasto in Jul 21, 2010, under Uncategorized

7. OTORITER


PROF. DR. SATRYO SOEMBRODJONEGORO
Otoriter, adalah prinsip kepatuhan, terutama yang didukung atau dituntut suatu pemerintahan. Prinsip ini bertentangan dengan kemerdekaan individu. Apakah dengan lahirnya UU Rahasia Negera, demokrasi di negara ini sudah sirna? Apakah masih perlu pemilihan umum, yang dimaksudkan agar rakyat secara langsung menyuarakan isi hatinya? Masihkan kita dapat berkata “vox populi vox Dei”. suara rakyat adalah suara Tuhan?
Kalau dikaji kenapa DPR sekarang pura-pura tuli dan berniat mengesahkan UU Rahasia Negara sebelum berakhir masa jabatannya pada 30 September yang akan datang, terkuaklah bahwa anggota-anggota DPR yang diusung oleh partai-partai politik, adalah sebagian besar mereka terdiri dari petualang-petualang politik atau politisi-politisi busuk yang ingin meninggalkan kesan seakan-akan mereka telah bekerja dengan baik. Harus mereka sadari, bahwa rakyat mengetahui semua yang mereka lakukan adalah atas pertimbangan kekuasaan materi semata. Bukannya karena mereka tidak mengerti hukum, tetapi lebih disebabkan tidak adanya rasa tanggungjawab, harga diri, dan rasa malu pada mereka. Mudah-mudahan birokrasi dan DPR yang baru mempunyai anggota-anggota yang berkomitmen dan berdedikasi untuk membangun dan meningkatkan martabat bangsa ini.
KIKI SYAHNAKRI
Bahwa secara universal, sikap otoriter yang mengandung arti “konsitensi tinggi” dari militer baru terlihat dan diwujudkan “setelah suatu keputusan diambil.”
Dalam proses pengambilan keputusan, ada yang dinamakan Hubungan Komandan dan Staf yang sangat menekankan perlunya diskusi dan dialog tentang bentuk dan risiko/implikasi dari keputusan tersebut. Berarti ada sifat dan nuansa demokrasi di sana. “Namun begitu keputusan telah diambil, tidak ada satu pun yang dapat menghalangi atau menghindar dari kewajiban melaksanakannya,” tambah dia
OTORITER
Bisa di sebut juga sebagai paham politik otoritarianisme ( ingris autoritarisme ) adalah bentik pemeritahan yang bercirikan oleh penekanan kekuasaan hanya ada pada Negara tanpa melihat derajat kebebasan induvidu. Sistim politik ini biasanya menentang demokrasi dan pada kekuasaan pemerintahan pada umumnyya diperoleh tampa melalui system demokrasi pemilihan umum. ( http:/id.wikipedia.org/wiki/demokrasi ).


MENURUT SAYA ( SULASTO unitri malang )


Mengenai otoriter Sejarah kelam memang sulit untuk dihapus, namun sudah seyogianya sejarah itu dijadikan sebagai bahan pelajaran untuk menuju pemerintahan yang lebih baik. Indonesia memang tidak sepatutnya untuk kembali ke zaman kelam tersebut, namun tanpa disadari, Indonesia yang sekarang cenderung seperti ingin mulai kembali ke zaman kelam tersebut.
Perjalanan dimulai dari keadaan lembaga legislatif di Indonesia sendiri. Ada suatu sikap kecenderungan untuk menjadikan lembaga legislatif sebagai sebuah wadah dimana semua kubu yang ada saling berkoalisi dengan alasan agar pemerintahan ke depan bisa memiliki stabilitas yang tinggi dalam menjalankan kebijakan-kebijakannya.

:

// If comments are open, but there are no comments.

Leave a Reply